RBN || Washington DC
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuding Iran bertanggung jawab atas serangan kelompok Houthi terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Trump menyatakan Amerika Serikat akan meminta pertanggungjawaban Iran apabila serangan serupa kembali terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Kamis (23/7/2026), setelah kelompok Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker Saudi yang diidentifikasi sebagai ENCELIA dan LAYLA. Trump menyebut Houthi sebagai kelompok proksi atau kaki tangan Iran dan mengingatkan bahwa Washington pernah melancarkan serangan terhadap Houthi sekitar satu tahun sebelumnya.
Trump mengancam akan menjatuhkan hukuman militer besar-besaran terhadap Iran dan Houthi jika kelompok tersebut kembali melakukan serangan. Menurutnya, Iran harus bertanggung jawab atas setiap aksi Houthi karena dianggap mendukung kelompok tersebut.
Sebelumnya, Houthi menyatakan serangan dilakukan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone. Kelompok itu mengklaim kedua kapal tanker menjadi sasaran karena melanggar blokade laut terhadap Arab Saudi yang diumumkan pada 20 Juli 2026.
Sementara itu, Saudi Press Agency (SPA), mengutip Otoritas Transportasi Umum Arab Saudi, melaporkan salah satu kapal milik perusahaan Saudi terkena serangan dan mengalami kebakaran saat berlayar di Laut Merah. Meski demikian, seluruh awak kapal dilaporkan selamat, sementara pihak Saudi belum menyebutkan secara resmi pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Peristiwa ini dinilai berpotensi memperburuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta meningkatkan ancaman terhadap pasokan energi dan jalur perdagangan internasional di kawasan Laut Merah.
Sumber: Detik News











